Terkait permasalahan dugaan penggelapan Bantuan Sosial Beras Sejahtera (Bansos Rastra) di Tiyuh Setia Bumi Kecamatan Gunung Terang Kabupaten Tulang Bawang Barat (Tubaba) meski saat ini telah dibagikan oleh Pihak Tiyuh setempat namun tetap menimbulkan permasalahan lain yang dilakukan oleh Pihak Tiyuh.
Ironisnya, Program Bansos Rastra yang kucurkan pemerintah untuk mensejahterakan Masyarakat dengan kategori miskin yang sempat tidak dibagikan kemasyarakat di Tiyuh Setia Bumi, dan kini sudah dibagikan, namun malah diprioritaskan untuk Aparatur Tiyuh seperti Kaur, Pamong dan RK saja yang menerima utuh 10 kg sesuai dengan yang telah di atur dalam surat edaran Pemerintah melalui Dinas Sosial, sementara untuk masyarakatnya lainnya hanya mendapatkan 5-9 kg saja.
Saat dijumpai dikediamannya Sekretaris Tiyuh Setia Bumi Eko, yang sebelumnya menyatakan Bahwa di Tiyuh Setia Bumi belum dikirim oleh Pihak Bulog untuk Rastranya, menyatakan bahwa Rastra di Tiyuhnya sudah dibagikan semua, "sudah dibagi kok mas Rastranya dan sebelum dibagi kami juga sudah mengadakan Rapat terlebih dahulu dibalai Tiyuh yang melibatkan Aparatur, setelah itu Rastranya langsung dibagikan, daftar masyarakat yang mendapatkan berasnya ada kok sama saya tapi cuma 80 orang saja dan yang 15 orang datanya ada di Pak indro kepala Tiyuh, karena sudah dibagikannya duluan,"kata Eko sembari menunjukan daftar nama yang mendapatkan Rastra tersebut.
Namun setelah ditelusuri kemasyarakat, mereka menyatakan menerima Rastra tersebut dengan cara bervariasi, dari 5 kg sampai 9 kg saja,hal tersebut juga dibenarkan oleh Jarwo salah satu ketua RK Tiyuh setempat saat ditemui dikediamannya karena dalam daftar penerima Rastra tersebut terdapat ada dua nama dirinya.
"Yang saya terima cuma satu bagian mas, dan yang saya tanda tangani didaftar penerima itu hanya satu kali saja, atas nama saya selaku RK, tapi kalau yang atas nama Rt itu saya tidak pernah menanda tangani, itu dipalsukan pasti, dan untuk Warga di RK saya juga gak ada yang namanya sama dengan nama saya, dibawa keranah mana saja saya siap kok karena yang saya tanda tangani cuma satu aja, begitu juga dengan Berasnya yang dikasihkan kesaya juga cuma satu bagian aja kok,"jelas Jarwo.
"Kalau beras yang saya terima itu 10 kg mas sesuai hasil rapat dulu kata Pak Kepala tiyuh sama Sekretarisnya untuk pembagian yang diutamakan buat Aparatur dulu yang dapat 10 kg, dan untuk jenjang RT itu dibagi dari sisanya dan disetiap RT cuma dua saja warga yang dapat beras itu, yang lain nanti gantian tiap bulan, kalau untuk berapa perwarga dan RT nya saya sudah telpon, mereka bilangnya sesuai yang disampai tadi dari 5 kg sampai dengan 9 kg saja, ya sesuai sama hasil rapat dibalai tiyuh itulah mas pokoknya,"tambahnya.
Sementara, Indro Kepala Tiyuh Setia Bumi, saat dikonfirmasi terkait permasalahan Rastra di Tiyuhnya terkesan tidak terima dengan apa yang didengar oleh masyarakatnya, dirinya menyatakan kalau Pembagian Rastra di Tiyuhnya sudah sesuai dengan Prosedur, "sebelum dibagi kami sudah gelar Rapat dulu, saya akan panggil mereka yang membagikan beras itu, bila perlu akan saya panggil semua yang penerima beras tersebut, karena saya gak mau dipenghujung Jabatan saya yang sudah hampir habis ini dirusak oleh oknum-oknum lawan Politik saya dengan isu-isu yang menjatuhkan saya dan yang semua sudah pada tahu kok dengan Track Record saya disini seperti apa,"tegasnya dengan nada tinggi.
Bantuan Sosial Rastra diduga ada Pengelapan
Reviewed by Sandi
on
Maret 06, 2018
Rating:
Reviewed by Sandi
on
Maret 06, 2018
Rating:


Tidak ada komentar:
Posting Komentar